Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2009

RATAPAN.......

. Minggu, 11 Oktober 2009
0 comments

lama sudah ku menunggu!
tapi itu semua menjadi sia-sia

untuk sekarang.......
ga da lagi yang lebih berarti
semuanya tlah hilang!
bagikan dedaunan kering yang tlah gugur oleh sang waktu

terhempaskan oleh angin
yang akhirnya.....
terbawa entah sampai mana...
terhempas dan hilang!

Read More »»

Minggu, 20 September 2009

Untuk sebuah persahabatan………………..

. Minggu, 20 September 2009
0 comments

Mungkin untuk saat ini perpisahan merupakan suatu jalan yang terbaik bagi kita.

Yaaach...........mungkiiin!!!........

Tapi............. kita juga harus ingat!!!, janganlah kita menganggap bahwa sebuah perpisahan ini merupakan suatu jalan untuk pemutusan tali silaturahmi...........

Dan....................
Janganlah kita menganggap bahwa sebuah perpisahan ini, adalah sebuah duka akan sebuah persahabatan..................

Perpisahan hanyalah sebuah persahabatan yang hanya dibatasi oleh waktu dan jarak.....

Read More »»

Senin, 14 September 2009

. Senin, 14 September 2009
0 comments

just a prayer

today
tlah world brought an air of
adam was the only race to utter the word
like the poet who is playing word
meraka not forget to bring a gift as a token of love

but
what I can!!

i....
can only embrace the word in prayer
without a face and said the word
i.....
only silent without meaning
without speaking a word

inside there is only a string of prayer
prayer from adam to air

Read More »»

hilang!

pagi ini!...
ku sendiri
terkurung kukuh dalam terali-terali mimpi
setetes embun sejukan kalbu dalam hati
se-embun pagi yang terus bergulir,
dari uluran jemari-jemari waktu yang terus berganti

sang mentari pagi tertawa tersipu malu
mengintip malu-malu dari tirai jendela langit yang bersenandung rindu

ku bangunkan diri dari peraduan
mulai bukakan mata yang lama tlah layu
ku geraikan angan jadikan tinta kehidupan
coba menyulam dalam butiran waktu

resah gundah kelana dalam kalbu
tanpa tawa dan sipu malu
sungguh..
pagi yang tak menyisakan segelintir asa rindu

Read More »»

come and go

weeds
cool dance rhythms in the field
pine trees look takjup without the words

blood red sunset sky color
mark's night came with one color
full pitch-black

sounded boisterous laughter
geratkan soul screaming scared
chanting prayers sounded boisterous
Remove death came to pick up

you come with dignity!
warm the heart with his hand
You also grow
distribution of seeds of love and finally grow up

you come with dignity!
to give heart with mouth your honey
You also bekaskan
scratched the story of love and eventually imprint

you should come you went away

sounded boisterous laughter
mocking heart was troubled
chanting prayer sounded faint
crush up full takjup

Read More »»

puisi q

Karna Cinta

saat itu hanya satu yang kupinta

ku hanya ingin terbang,

walau tanpa ada sepasang sayap dipunggung

ku ingin terbang, hanya tuk merengkuh bintang dilangit

walau hanya dengan untaian senyuman dan beribu-ribu harapan

tapi sayang!

karna cinta,

ku pun harus terbang dengan tubuh telanjang

tubuh yang penuh dengan luka lebam,

luka dari duri-duri ilalang

saat rasa cinta itu datang,

akupun senang

saat sayap-sayap cinta merengkuh,

akupun pasrah

karna cinta

ku pun trus terbang dan kemudian hilang tanpa bayang

sungguh malang!

sebelum kurengkuh bintang

ku pun harus hangus jadi arang

pupus....

kabut keputusasaan halangi sinar harapan
menutup penuh tanpa celah-celah noda

apakah ku kan tetap bertahan....
penuh sedih, perih, pedih
walau kini masih tetap saja ada
seglintir sisa rasa tanpa duka

berjuta sinar pun coba terus terobos masuk
mengoyak gerak masuk ke rongga-ronga kabut tanpa asa
tapi hanya kesiaan yang pasti

apakah kan ada salalu bintang harapan...?
yang selalu berikan sinar impian

robohkan kokohnya rasa tanpa sebuah asa

aku hanya bisa bertanya, pada para penghuni alam smesta
tapi apa....
bungkam semua tanpa suara
hilang lenyap tanpa tinggalkan skuntum bunga kata...

ach...
pupus sudach
dan dimataku kini hanya terlahirkan kesiaan..

Read More »»